TEKNOLOGI 2012

Rabu, 07 November 2012

Teknologi pun berpengaruh pada kualitas sperma


Yang Harus Dihindari Agar Sperma Optimal


Kompas.com - Kuantitas dan kualitas sperma yang baik merupakan sarat utama bagi pria agar dapat membuahi sel telur. Karena itu jika Anda sedang bercita-cita menjadi ayah, persiapkan kualitas sperma dengan baik, salah satunya dengan menghindari 4 hal berikut ini.

1. Sinyal Wifi di laptop

Sinyal Wifi di laptop diduga akan merusak kemampuan berenang sperma. Padahal, untuk mencapai sel telur sel sperma harus lincah berenang. Dalam sebuah penelitian terbukti pria yang menghabiskan 60 menit sambil memangku laptop dengan sinyal Wifi menyala memiliki peningkatan suhu dalam pabrik sperma alias skrotum mereka. 

Menurut riset kesuburan yang dilakukan peneliti di Eropa, peningkatakan suhu dalam skrotum akan mengurangi jumlah sperma sampai 40 persen. Untuk itu hindari kebiasaan memangku laptop yang menyala.

2. Ponsel

Sama seperti Wifi, radiasi frekuensi elektromagnetik dari telepon seluluer juga berpotensi merusak sperma. Dalam riset yang dilakukan peneliti dari Turki terbukti bahwa paparan radiasi dari ponsel membuat sperma menjadi abnormal sehingga mereka tidak mampu mencapai sel telur. Kalau sudah begini maka kehamilan mustahil terjadi.

3. Makanan kaleng

Dalam studi yang dimuat dalam jurnal Fertility and Sterility terungkap pria yang memiliki kadar bisphenol-A (BPA) tinggi dalam urin mereka, biasanya kualitas spermanya lebih rendah. BPA sendiri di dalam tubuh akan menyerupai hormon estrogen sehingga mengganggu fungsi hormon laki-laki. BPA sendiri banyak dipakai dalam produksi makanan kaleng, plastik, serta furnitur.

4. Pembentuk otot

Menurut badan National Institute on Drug Abuse Amerika, steroid yang lazim dipakai untuk membentuk otot, memiliki efek samping menciutkan testis sehingga produksi hormon pria terhambat. Steroid, baik dalam bentuk gel, pil, atau suntikan, sebaiknya dihindari karena mengganggu fungsi reproduksi.

Kamis, 01 November 2012

Teknologi Baru Mobil Pintar


Ghiboo.com - Mobil pintar saat ini sudah dapat melakukan parkir sendiri, pengereman otomatis dan beberapa diantaranya dapat mengelak dari pejalan kaki.

Kini Nissan menambahkan lagi teknologi baru untuk mobil pintar, yang nantinya akan ditanamkan pada mobil mewahnya, Infiniti. Dan rencananya akan diluncurkan pada tahun ini.

Apa saja itu?

Yang pertama adalah Electronically Managed Steering. Fitur ini akan menggantikan fungsi fitur lama power-assisted steering yang bersistem hidrolika untuk membuat roda lebih mudah dibelokan.

Dengan sistem baru yang elektrik, membelokan mobil menjadi semakin lebih ringan. Sehingga sangat membantu saat berkendara dalam cuaca yang berangin kencang. 

Dalam jalanan bergelombang, teknologi baru Nissan ini mampu mengurangi efek goncangan lebih baik.

Namun, sistem baru ini tetap akan menggunakan sistem lama sebagai cadangan, jika fungsi elektrik tidak berfungsi.

Yang kedua adalah Autonomous Emergency Steering. Fungsinya untuk menghindari tabrakan kala membelok di mana mengerem dihitung telat.

Meskipun pabrikan otomotif lain, termasuk Volkswagen, Toyota dan Ford, menawarkan pengereman otomatis, sistem yang masih berupa eksperimen bagi Nissan ini sudah selangkah lebih maju. Yakni membelokan mobil ke arah lain untuk menghindari tabrakan dengan asumsi pengereman sudah tak mungkin dilakukan.

Terakhir, yakni yang ketiga, Nissan akan menunjukan teknologi parkir baru Nifty Parking. Masih dalam tahap penyempurnaan, fitur baru ini akan mengenali bila sang pengemudi salah menginjak pedal (bukannya rem tapi malah gas). Teknologi baru ini juga membolehkan tangan pengemudi tetap di kemudi saat melakukan parkir otomatis.

Toru Hatano, analis dari IHS Automotive, mengatakan ia percaya bahwa teknologi keamanan seperti berhenti otomatis sebelum menabrak akan menjadi populer termasuk juga pada jajaran mobil murah. Menurutnya fitur yang mendeteksi pengemudi salah menginjak pedal dapat menjadi hit pada masyarakat seperti di Jepang.

"Ini adalah cara yang bagus bagi pembuat mobil untuk menunjukkan keunikan dirinya kepada konsumen," ujarnya seperti dilansir freep.com, Kamis (18/10).

Nissan mengatakan ini adalah bagian dari rencananya untuk mengurangi setengah angka kecelakaan mobil yang melibatkan Nissan sampai dengan tahun 2015. Target utamanya tentu saja membuat angka kecelakaan menjadi nol.
Sumber: Yahoo.com