TEKNOLOGI 2012

Selasa, 27 November 2012

Ulasan Lenovo IdeaPad S400


Ingin punya notebook tipis dan ringan tapi dana pas-pasan? Dulu Anda hanya bisa bermimpi tapi kini tidak lagi.

Konsep dan desainUntuk saat ini, yang diulas adalah IdeaPad S400. Laptop dengan layar 14 inci ini hadir dalam kemasan bodi berwarna merah yang sangat cantik dan abu-abu.

Yang langsung menarik perhatian saat memegang produk ini adalah bobot dan ketebalannya. Mengingat IdeaPad S400 bukan ultrabook, saya sangat terkesan dengan bobot dan ketebalannya yang lebih tipis dan ringan dibandingkan laptop berukuran 14 inci pada umumnya. IdeaPad S400 hadir dengan ketebalan hanya 2,2 cm dan bobot sekitar 1,8 kg — sudah termasuk baterai.


Sederetan port konektivitas hadir menghiasi bagian samping kiri dan kanan bodinya. Samping kiri tersusun port USB 3.0, port HDMI, port Ethernet, dan tombol One Key Recovery. Sementara bagian samping kanan body hadir 2 port USB 2.0, slot kartu memori SD, lubang jack audio 3,5 mm dan lubang untuk charger. Penempatan berbagai port ini cukup strategis dan tidak menyulitkan.

Layar dan keyboard
IdeaPad S400 hadir dengan layar WXGA LED berukuran 14 inci. Resolusi yang dimilikinya 1366×768 pixel. Dalam hal ketajaman dan akurasi warna, layarnya ini cukup akurat jika dilihat dari sudut pandang yang tepat. Tingkat gelap-terangnya juga cukup baik. Pengaturan paling terang masih nyaman di mata.

IdeaPad S400 hadir dengan keyboard bergaya chicklet yang hadir dengan teknologi Accutype Keyboard, yang agak melengkung di bagian bawah. Jarak antartombol cukup berjauhan, permukaannya pun agak menonjol tidak terlalu rata dengan bodi. Dengan Accutype keyboard, mengetik di S400 dapat dilakukan dengan nyaman dan tidak melelahkan meskipun dalam jangka waktu yang lama. Tidak ada lampu LED backlit di keyboard, namun sepertinya dapat dimaklumi. Untuk touchpad, responsnya sangat baik dan memudahkan jari dalam mengendalikan kursor mouse dengan ukuran yang pas.

KinerjaUntuk dapur pacunya, IdeaPad S400 ditenagai oleh prosesor Intel Core i3-2365M dengan clockspeed 1.40Ghz, memori RAM DDR3 sebesar 4 GB dan kartu grafis terintegrasi Intel HD 3000. Untuk melihat sejauh mana kinerja prosesor, saya mengujinya dengan Cinebench 11.5 dengan hasil sebagai berikut.

Untuk hasil tes grafis OpenGL, kartu grafis Intel HD Graphics 3000 miliknya hanya dapat meraih skor 4,44 fps. Angka yang cukup rendah ini menandakan S400 bukanlah pilihan tepat jika Anda berniat menggunakannya untuk bermain game dengan grafis berat. Sementara patokan performa CPU secara keseluruhan, IdeaPad S400 meraih skor 1,32 poin dengan performa CPU Single Core 0,39 point

Performanya dalam menjalankan aplikasi-aplikasi seperti browser, mengetik di Wordpad atau MS Word, memutar lagu dan video tidak akan dikeluhkan karena aplikasi tersebut tergolong ringan. Lalu bagaimana dengan melakukan penyuntingan gambar? Untuk mengujinya saya menjalankan program Adobe Photoshop CS6 dan membuka file foto yang ada di hard disk. Hasilnya cukup memuaskan! IdePad S400 dapat membuka file foto JPEG resolusi 18 MP sebanyak 15 foto sekaligus tanpa jeda berarti (meski saya harus menunggu sekitar 45 detik). Tidak hanya itu saja, menjejali browser dengan 10 tab yang dibuka sekaligus berlangsung dengan mulus dan lancar.

Untuk menonton koleksi film favorit Lenovo IdeaPad S400 dapat diandalkan. Laptop ini sanggup memutar file film format Full HD 1080p dengan lancar. Kualitas audio yang disajikannya juga sangat baik ketika memutar film atau mendengarkan musik, dengan hasil suara yang tetap terjaga meski pada pengaturan level suara pada posisi maksimal. Audionya yang baik ini berkat hadirnya fitur Dolby Sound yang menjadi pelengkap untuk kebutuhan multimedia Anda.

BateraiIdeaPad S400 dilengkapi dengan baterai 4 sel yang diklaim mampu digunakan hingga 5 jam. Pengujian dilakukan dengan terhubung ke Wi-Fi, browsing, mengetik di notepad, mendengarkan musik dan sesekali menonton video. Dengan mengaktifkan fitur Energy Management pada setting power saver, saya cukup puas dengan kinerja baterainya yang dapat digunakan hingga sekitar 4 jam. Sangat cukup menemani mobilitas sehari-hari, terlebih ukuran charger baterainya yang relatif kecil.

Fitur unggulanIdeaPad S400 dilengkapi fitur Lenovo EE Boot Optimizer yang berguna mempersingkat waktu booting. Hasilnya? Fitur ini memang patut diacungi jempol. Dari hasil uji coba yang saya lakukan, sebelum mengaktifkan fitur ini waktu masuk ke Windows membutuhkan 46 detik. Ketika fitur ini diaktifkan, hasilnya cukup mengagumkan. Laptop siap digunakan dalam 39 detik.

Sama seperti Lenovo EE Boot Optimizer, Lenovo QuickStart juga mempercepat waktu Anda untuk menggunakan laptop. Dengan Lenovo QuickStart Anda dapat melakukan banyak hal dari browsing internet, mengakses file multimedia, hingga membaca email. Untuk mengakses Lenovo QuickStart ternyata juga sangat mudah. Anda dapat menekan tombol Fn+F3 setelah beberapa saat menekan tombol power. Lalu kemudian akan muncul tampilan menu Lenovo QuickStart dengan beberapa icon yang seluruhnya siap digunakan tanpa perlu lagi menunggu masuk ke Windows.

KesimpulanRingan dan tipis merupakan keunggulan dari laptop 14 inci ini. Kinerja komputasinya cukup memadai bagi kebutuhan komputasi sehari-hari (baik bekerja maupun hiburan). Fitur pendukung seperti Lenovo EE Boot Optimizer, Lenovo QuickStart, OneKey Recovery System dan Veriface 4.0 ternyata cukup membantu mempermudah operasi. Dengan harga relatif terjangkau, Rp4.699.000, IdeaPad S400 layak bagi Anda yang ingin laptop langsing dan relatif ringan tanpa harus mengeluarkan dana berlebih.

KELEBIHAN
+ Bobot ringan
+ Body langsing untuk harganya
+ Harga terjangkau
+ Beberapa fitur keren khas Lenovo yang berguna
+ Kinerja memadai untuk berbagai tugas

KEKURANGAN
- Kualitas webcam tergolong standar
- Tidak dilengkapi DVD-ROM

Selasa, 13 November 2012

Bakal Ada 1,7 Miliar Mobil di 2035



img

Jakarta - Dunia diprediksi akan makin sesak dengan mobil. Diperkirakan bakal ada 1,7 miliar mobil yang ada di bumi pada 2035 mendatang.

Dalam sebuah laporan setebal 670 halaman yang disusun oleh International Energy Agency mengungkapkan kalau saat ini ada 870 mobil. Terasa banyak? Ya memang, tapi perkembangan populasi mobil diprediksi akan terus terjadi hingga menyentuh angka 1,7 milir di 23 tahun mendatang.

Salah satu negara yang diprediksi akan menggenjot populasi mobil secara signifikan adalah China yang saat ini merupakan pasar mobil terbesar di dunia setelah mengalahkan Amerika di beberapa tahun lalu.

Di tahun 2000, rasio perbandingan di China hanyalah 4 mobil per 1.000 orang penduduk. Tapi di 2010, angka tersebut melonjak drastis menjadi 40 mobil per 1.000 orang dan akan menjadi 310 mobil per 1.000 orang.

Dan angka itu ternyata masih kalah dengan Amerika yang memiliki rasio 660 mobil per 1.000 orang di saat ini. Dengan begitu, perkembangan China diprediksi akan makin menggila.

Populasi mobil di China saat ini mencapai 60 juta mobil yang akan meningkat menjadi 400 juta di 2035 mendatang. Di 2025, banyaknya mobil di China diprediksi akan mengalahkan jumlah mobil di Amerika dan Eropa.

Sementara India yang di 2011 memiliki 14 juta mobil diprediksi akan meningkat menjadi 160 mobil di 2035.

Bahkan negara seperti Irak saja akan mengalami peningkatan populasi kendaraan yang sangat tinggi seiring dengan makin stabilnya dan meningkatnya ekonomi negara itu. Di 2020 diperkirakan bakal ada 8 juta kendaraan di Irak yang akan meningkat menjadi 14 kendaraan di 2035. Padahal, tahun lalu mobil di Irak hanya ada 150.000 unit.

Dan semua angka-angka itu adalah angka untuk mobil penumpang dan pikap kecil semata, belum termasuk truk komersial dan motor. Bila ditambah dengan keduanya, angka-angka tadi diprediksi akan makin menggila.

Saat ini ada 28 juta mil jalanan di dunia. Angka itu akan bertambah 10 juta mil lagi di 2035 dengan prediksi biaya mencapai US$ 20 triliun yang kebanyakan akan dibangun di negara berkembang.

Perkembangan populasi ini diperkirakan akan makin mendongkrak harga minyak dunia dan membuat populasi mobil ramah lingkungan berkembang. Mobil hybrid akan menyumbang 20 persen dari semua mobil yang terjual di tahun 2035 sementara listrik hanya 4 persen dan gas hanya 3 persen.

Populasi mobil listrik dan hubrid itu akan mereduksi 14 persen emisi kendaraan di 2035. Di 2020, angka itu hanya 10 persen pengurangan lewat mobil hybrid dan 1 persen lewat mobil listrik.

Saat ini secara global penjualan mobil listrik dan plug-in electric hybrid hanya 40.000 mobil di 2011 atau kurang dari 0,05 persen dari seluruh mobil yang terjual. Akibatnya, emisi karbon dunia dari sektor transportasi meningkat 50 persen antara 1991 dan 2011.

Anda memiliki foto-foto seputar dunia otomotif dan foto di jalanan yang menarik dan lucu? Kirim ke sinidan dapatkan hadiah menarik dari detikOto 

( syu / lth ) 
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com