TEKNOLOGI 2012

Selasa, 05 Februari 2013

Tips Agar Baterai Laptop Awet



Tips Agar Baterai Laptop Awet

Tips Agar Baterai Laptop Awet Baterai laptop adalah bagian penting dari sebuah laptop, akan tetapi banyak orang yang tidak mengetahui bahwa baterai perlu digunakan secara baik sehingga agar tetap awet.
Berikut ini adalah beberapa langkah sederhana yang mudah dilakukan oleh Nearly-Expired Readers agar baterai laptoptetap awet:

1. Cabut adaptor bila baterai sudah penuh

Usahakan agar Nearly-Expired Readers tidak terlalu sering men-charge baterai laptop, biarkan laptop tersambung ke sumber listrik dan lepaskan sambungan listrik ketika baterai sudah penuh.
Bila baterai terus tersambung ke adaptor maka sebenarnya baterai akan terus berada dalam siklus charge – discharge – charge – discharge dan seterusnya sehingga mengurangi usia baterai tersebut.

2. Jangan menggunakan baterai sampai kosong

Baterai laptop berbasis lithium adalah jenis baterai yang umum digunakan pada baterai laptop dan ponsel. Agar baterai lithium awet, jangan membiarkan baterai terpakai sampai kosong karena akan mengurangi kemampuan baterai tersebut untuk menyimpan daya listrik.
Hal ini berbeda dengan baterai lama jenis nickel cadmium yang memang harus dikosongkan sebelum di-charge kembali.

3. Jaga temperatur laptop agar tidak terlalu panas

Daya yang tersimpan pada baterai akan secara berkala berkurang walaupun baterai tidak digunakan. Suhu panas mempercepat proses ini. Pada saat baterai laptop digunakan dan laptop menjadi panas maka kipas pada laptop akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan laptop yang secara otomotis kipas akan menyerap daya listrik pada baterai lebih banyak. Karena kipas menggunakan daya lebih banyak, akibatnya Nearly-Expired Readers akan lebih sering men-charge baterai, yang pada akhirnya akan mengurangi usia pemakaian baterai.
Perhatikan juga sirkulasi udara ketika laptop digunakan, jangan menempatkan laptop pada permukaan konduktif seperti meja dari bahan metal, serta jangan tempatkan laptop pada tempat yang menghalangi sirkulasi udara seperti tempat tidur. Gunakan laptop cooling pad untuk membantu pendinginan laptop.

4. Bersihkan laptop secara berkala

Debu yang menempel pada bagian dalam laptop dapat menghalangi ventilasi pada laptop dan dapat mengakibatkan permasalahan panas seperti yang sudah dijelaskan diatas. Selain dapat menghalangi ventilasi, debu yang menempel pada bagian laptop mempercepat kenaikan suhu dan menghasilkan efek yang sama. Gunakan cleaning kit yang dapat menyemprotkan udara melalui ventilasi laptop.

5. Upgrade RAM jika diperlukan

Jika komputer Nearly-Expired Readers memiliki RAM yang kecil, maka harddisk akan digunakan oleh sistem dalam proses secara intensif. Semakin berat kerja laptop semakin keras juga harddisk laptop bekerja. Harddisk terbuat dari piringan logam mekanik yang berputar pada saat digunakan. Panas akan timbul dari pergerakan seperti perputaran harddisk berkontribusi pada kenaikan temperatur laptop.

6. Atur konsumsi daya listrik pada laptop secara efisien

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat laptop digunakan sehingga konsumsi daya beterai laptop lebih efisien. Beberapa langkah tersebut akan disajikan pada artikel yang akan disajikan pada artikel Nearly-Expired.com berikutnya.
Dengan memiliki baterai laptop yang awet berarti Nearly-Expired Readers tidak perlu membeli baterai pengganti dan itu juga berarti Nearly-Expired Readers sudah berkontribusi dengan mengurangi sampah baterai.
Sampah baterai termasuk golongan sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) karena mengandung logam berat seperti lithium, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba !

Rabu, 30 Januari 2013

Ini Dia Spesifikasi BlackBerry Z10 & Q10



BlackBerry Z10 (Ash/inet)
New York - Research In Motion (RIM) yang kini telah berganti nama menjadi BlackBerry merilis dua handset andalannya yang mengusung sistem operasi BlackBerry 10. Ya, mereka adalah BlackBerry Z10 dan Q10.

Sesuai tebakan awal, Z10 merupakan BlackBerry versi full layar sentuh yang dikemas dengan display berukuran 4,2 inch. Layar ini memiliki kemampuan 4 point multi touch IPS LCD display dengan resolusi 1280x768 serta 356 ppi.

Dapur pacu Z10 diperkuat dengan prosesor dual core 1,5 GHz, RAM 2 GB dan 16 GB flash untuk media penyimpanan. Ia juga sudah mendukung teknologi NFC untuk layanan mobile payment dan pertukaran file serta konektivitas 4G LTE dan HSPA+.

Sementara untuk urusan kamera, ponsel dengan berat 135,4 gram ini di bagian belakang dibenamkan 8 MP yang sudah dilengkapi autofokus, LED flash, 5x digital zoom, serta 1080p HD video recording. Di bagian depan, kamera yang dilekatkan cukup 2 MP, 3x digital zoom, dan 720p video recording.

Adapun spesifikasi BlackBerry Q10 sejatinya tak jauh berbeda dengan Z10. Perbedaan terjadi lebih dari sisi fisik, sebab Q10 bertipe hybrid yakni mengusung layar sentuh dan sudah dilengkapi keyboard qwerty ala BlackBerry.

Layar Q10 -- awalnya diprediksi bernama X10 -- memiliki dispay 3,1 inch Super Amoled dengan resolusi 720x720 360 ppi. Q10 berbobot sedikit lebih berat ketimbang Z10, yakni 139 gram.



BlackBerry Q10 (Ash/Inet)

Hanya saja dari sisi 'jeroan' Q10 sama persis dengan Z10. Dibenamkan 'otak' dual core 1,5 GHz, 2 GB RAM, 16 GB flash, kamera 8 MP (belakang) dan 2 MP (di sisi depan), serta dilengkapi dengan konektivitas 4G LTE dan NFC.

Jika seri-seri qwerty BlackBerry sebelumnya selalu memiliki tombol 'call', 'menu', 'back', 'off' dalam bentuk fisik. Nah, pada seri Q10, tombol-tombol fisik tersebut dihilangkan. Termasuk keberadaan trackpad yang tak ada lagi.

Toh, untuk urusan navigasi, user tinggal langsung menyentuh layar karena ponsel ini sudah mendukung touch screen yang responsif.