TEKNOLOGI 2012

Jumat, 31 Agustus 2012

Saat nyetir sering kesemutan???jangan anggap enteng.


indosiar.com - Ketika sedang asyik membaca, tak sengaja Anda melipatkan kaki dalam waktu yang lama. Ketika bangkit, tiba-tiba Anda merasa kaki Anda kesemutan. Refleks, Anda akan memijat-mijat kaki tersebut untuk mengurangi kesemutan itu.
Hampir semua orang pernah mengalami apa yang disebut kesemutan atau kebas. Kalau sudah kesemutan, biasanya akan terasa kebal, ngilu, walau akan berangsur-angsur hilang jika kita mulai menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan tersebut.
Banyak orang yang menganggap enteng gejala kesemutan ini. Mungkin karena gejalanya yang kadang datang, lebih banyak tidak. Mudah datang, mudah pula hilang.
Tetapi kesemutan patut diwaspadai jika kesemutan itu terjadi di satu bagian tubuh. Kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, dan kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya, bisa jadi itu adalah manifestasi tumor di bagian depan otak. Sebuah penyakit amat serius dengan gejala awal sepele.
Dalam bahasa medis, kesemutan sering disebut sebagai parestesia. Suatu sensasi yang dirasakan tanpa ada stimulus dari luar. Sensasi Parestesi ini tidak hanya rasa ‘kesemutan’, namun bisa juga rasa panas, rasa seperti tertusuk-tusuk, ‘greyengan’. Rasa Kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki di muka, maupun di seluruh bagian tubuh kita.
Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh dengan sebab macam-macam. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.
Kesemutan yang tidak disertai gejala-gejala lain biasanya menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Namun kita mesti lebih waspada jika ada gejala lain di luar kesemutan. Bukan hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV).
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 - 2 tahun.
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.
Sebagai contoh : bila kesemutan terjadi pada penderita diabetes (Neuropati diabetik), maka pengobatan dilakukan dengan pengontrolan gula darah disertai obat-obatan yang bersifat neurotropik dan juga vitamin B.


Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
Diabetes mellitus atau kencing manis
Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.
Jantung
Rematik
Pengobatan :
Pengobatan yang diberikan sesuai penyakit yang mendasarinya. 
Namun bila kesemutan disebabkan oleh penekan saraf maka pengobatan harus dilakukan dengan modifikasi gerakan tubuh, pemberian neurotropik, dan mungkin pada kasus yang berat dipertimbangkan uuntuk operasi.
Perlu diingat, bila kesemutan akibat penyakit stroke maka pengobatan harus segera dilakukan, misal pada stroke akibat sumbatan maka pasien harus diberikan obat pengencer darah maupun pengaturan faktor risiko strokenya seperti hipertensi dan kholesterol.(berbagai sumber/Ijs)

Rabu, 29 Agustus 2012

Brio Bikin Bandung Terkesima


img
Bandung - Tampang anyar Honda Brio ternyata memang mampu menarik perhatian banyak orang. Warga Bandung pun terlihat memperhatikan rombongan Honda Brio yang sedang melintas.

Mobil yang belum satu bulan diluncurkan tapi sudah terjual hingga 2.000 unit tersebut, dibawa ke Bandung seiring dengan acara test drive yang dilakukan belasan wartawan otomotif dari berbagai media termasuk detikOto.

Dan ketika sudah memasuki kota Bandung, tampak banyak mata yang memperhatikan rombongan. Beberapa pejalan kaki yang berada di tepi jalan bahkan menunjuk-nunjuk mobil seraya memberi tahu teman yang ada disampingnya.

Ketika detikOto memasuki sebuah restoran untuk makan siang, bahkan ada seorang pengunjung yang meminta izin untuk melihat-lihat kabin dalam mobil yang dijual dengan harga Rp 149-170 jutaan itu.

Selama perjalanan Honda mengerahkan mobil polisi dan beberapa motor polisi untuk menjadi pengawal yang dalam jumlah yang cukup banyak. Sirine sering kali dibunyikan dan persimpangan jalan ditutup ketika rombongan lewat.

Ini sebenarnya agak membuat risih. Terlebih tiap mobil juga dipaksa untuk menyalakan lampu hazard yang membuat potensi bahaya meningkat, karena mobil Brio yang berada di depan tidak bisa memberi sinyal ketika ingin berbelok ke kiri atau pun ke kanan kepada Brio yang berada di belakangnya.

Tapi terlepas dari itu, kemampuan Brio sebagai sebuah city car memang terbilang cukup menawan.

Sebab di Indonesia, Honda Brio diperkuat mesin 1.300 cc 4 silinder SOHC i-VTEC yang mampu menghasilkan tenaga 100 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 13 kg.m (atau sekitar 126 Nm) pada putaran mesin 4.800 rpm. Kapasitas mesin Brio untuk Indonesia itu tercatat lebih besar dari kapasitas mesin Brio di Thailand yang memiliki kapasitas 1.200 cc saja.

Di Brio, Honda juga membenamkan berbagai macam fitur mulai sistem pengereman ABS dan EBD, dual SRS Air Bag, dan rangka GCON & ACE yang diklaim mampu melindungi penumpang dan pengendara.

Di interior, Brio dilengkapi dengan audio system double DIN, Aux input, USB port, bluetooth. Asyiknya Brio sudah dilengkapi dengan Multi Information LCD yang memberikan informasi konsumsi bahan bakar minyak.

Dan untuk menghindari maling, Brio dilengkapi security alarm berikut immobilizer (untuk tipe E). Lebih dari itu, meski kecil Brio sudah dilengkapi dengan dukungan suspensi di atasnya, yaitu suspensi dengan McPherson Strut dan H-Shape torsion beam untuk suspensi belakang.